Skip to main content

Watch Winder

Seorang kolektor tentu tidak hanya memiliki satu benda koleksi, atau setidaknya, tidak berencana berhenti hanya pada satu benda koleksi ke depannya. Jam tangan mekanikal terutama jam tangan otomatis sebagai suatu jenis barang yang rutin dikoleksi oleh banyak orang pun demikian. Namun, berbeda dengan jam tangan quartz yang menggunakan baterai dan lazim ditemukan, jam tangan otomatis dapat berhenti berfungsi jika didiamkan untuk beberapa lama tanpa dikenakan sama sekali. Jam tangan itu memang tidak rusak dan setelah diisi dayanya dengan dipakai atau diguncangkan jam tangan tersebut dapat berfungsi kembali dan jam tersebut dapat diatur ulang jarumnya. Meski begitu, untuk mereka yang sering gonta-ganti jam tangan untuk berbagai keperluan hal tersebut dirasa tidak praktis. Untuk mengatasi masalah tersebut, para pengkoleksi jam tangan otomatis menggunakan watch winder. Secara garis besar, watch winder merupakan sebuah alat yang mampu mengisi daya jam tangan otomatis tanpa perlu kita pakai setiap saat. Watch winder memanfaatkan mekanisme jam tangan otomatis yang menggunakan putaran rotor di dalamnya untuk mengisi daya. Pada watch winder, jam tangan otomatis berputar dalam kecepatan yang sudah disesuaikan. Sementara jam tangan tersebut diputar, rotor tertahan oleh gaya gravitasi sehingga mengencangkan mainspring pada jam yang memberi tenaga pada jam tangan otomatis. Cara kerja seperti ini membuat hampir semua watch winder yang beredar meski sampai sekarang belum dapat digunakan pada jam tangan mekanik yang manual namun dapat pula digunakan pada movement lain yang menggunakan rotor untuk mengisi daya seperti Kinetic dan Spring Drive milik Seiko.

Awal kemunculan watch winder tentu tak terlepas dari lahirnya jam tangan otomatis. John Harwood selaku salah satu pionir jam tangan otomatis menciptakan watch winder pada tahun 1920-an sebagai untuk menjamin kualitas jam tangan ciptaannya. Watch winder tersebut dapat memuat sampai dengan 12 jam sekaligus. Namun, dikarenakan belum meluasnya penetrasi jam tangan otomatis, munculnya Depresi Besar 1929 yang meluluhlantakkan ekonomi Amerika Serikat, hingga Quartz crisis, watch winder baru mulai naik daun sebagai aksesoris penting bagi para hobiis jam tangan mekanikal pada dekade 90-an. Pada saat itu watch winder masih menjadi aksesoris yang sangat eksklusif, tetapi seiring dengan perkembangan zaman semakin banyak pilihan watch winder yang terjangkau namun dengan kualitas yang boleh diadu. Kegunaan watch winder tidak terbatas hanya sekadar agar jam tangan otomatis yang tidak dipakai tetap berfungsi. Lebih dari itu, dengan menjaga jam tangan otomatis yang sedang tidak dipakai tetap berfungsi seperti biasa, pelumas yang melumasi gir-gir yang terdapat pada movement jam tangan. Yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana watch winder tersebut berputar, misal dalam hal frekuensi dan arah putaran. Pada umumnya watch winder memiliki fitur untuk mengatur jumlah putaran yang diukur per hari/Turns Per Day (TPD). Secara umum kebanyakan jam tangan otomatis dapat diputar antara 650-950 TPD. Mengingat frekuensi tersebut, jika jam tangan dalam posisi tidak berfungsi karena kehabisan daya, maka sebaiknya jam tersebut harus diguncangkan sampai bergerak atau dikencangkan mainspringnya secara manual pada crown terlebih dahulu. Watch winder dengan fitur bidirectional atau bisa berputar baik searah maupun berlawanan jarum jam akan sangat berguna karena ada beberapa movement jam tangan yang hanya dapat mengisi daya jam tangan jika rotor berputar ke satu arah tertentu misal pada Miyota dan beberapa movement dari Valjoux. Untuk memastikan bahwa pengaturan yang dilakukan pada watch winder sudah tepat, jam tangan yang ditaruh pada watch winder dapat dievaluasi tiap 48 jam untuk melihat apakah jam tangan tersebut masih menunjukkan waktu yang tepat. Satu kegunaan lagi dari sebuah watch winder, yaitu sebagai tempat di mana anda dapat memajang seluruh koleksi jam tangan otomatis anda. Layaknya sebuah kotak perhiasan, watch winder dirancang secara estetis untuk melengkapi keindahan koleksi jam tangan di dalamnya. Semua kenangan yang tersimpan pada jam tangan yang anda miliki pun tersimpan dan terawat dengan baik di dalam watch winder. Tidak hanya itu, watch winder dan jam-jam yang ada di dalamnya dapat memunculkan rasa penasaran bagi mereka yang melihatnya. Siapa tahu terperciklah satu percakapan yang perlahan-lahan membawa lawan bicara anda ikut “terjerumus” dalam seluk beluk jam tangan mekanikal.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Jam Tangan

Jam tangan merupakan suatu perkembangan dari jam saku yang sudah ada terlebih dahulu. Konsep jam tangan sendiri sudah ada sejak abad ke-16 berupa "jam lengan" pemberian Robert Dudley kepada Ratu Elizabeth I dari Inggris. Namun, kebanyakan menganggap bahwa pencipta jam tangan pertama ialah Abraham-Louis Breguet untuk Caroline Murat, saudari Napoleon dan ratu Napoli. Pada awalnya jam tangan dikenakan oleh para wanita saja seperti gelang, namun kemudian mulai bermunculan jam tangan untuk pria menggantikan jam saku mengingat kepraktisannya untuk aktivitas misal pada tentara dan pilot. Jam tangan yang sebelumnya merupakan jam saku dengan gelang atau strap kulit perlahan-lahan juga berubah. Semenjak Perang Dunia I, dengan perlunya jam tangan di medan perang untuk mengkoordinasikan taktik dan strategi, serta banyak pria yang terjun menjadi tentara, popularitas jam tangan di kalangan pria pun semakin naik. Mulai tahun 1923, John Harwood menciptakan jam tangan dengan automatic wind...

Fungsi Bezel pada Diver's Watch

Sebuah jam dikatakan sebagai jam penyelam bila memiliki fitur – tentunya – water resistant mencapai minimum 200 meter atau 20 ATM, crown memiliki sistem pengaman seperti screw-down crown, konstruksi yang cenderung bulky, serta – yang paling menonjol – adalah keberadaan bezel yang dapat diputar baik dua arah maupun satu arah. Walau demikian, jam penyelam modern saat ini umumnya hanya dapat diputar satu arah dengan mekanisme klik, untuk mempersulit bezel tanpa sengaja terputar dan mengacaukan perhitungan waktu penyelaman. Keberadaan bezel eksternal pada jam penyelam pertama kali di mulai pada 1953-1954 ketika Rolex dan Blancpain menyematkannya pada jam penyelam mereka. Bentuknya tentu sangat sederhana, dan selain masih mudah macet lantaran pasir dan kotoran mudah masuk ke sela-sela bezel, juga sangat mudah bergerak atau pindah posisi secara tidak disengaja. Membuat perhitungan dan keandalannya terbilang rendah bagi para penyelam. Inovasi demi inovasi dilakukan. Dari mulai menambahan f...