Skip to main content

Mechanical / Automatic Movement

Dewasa ini, jam tangan sudah menjadi salah satu alat atau aksesoris wajib bagi sebagian orang. Selain sebagai alat penunjuk waktu, jam tangan berfungsi juga sebagai sebuah fashion. Karena fungsi jam tangan juga sebagai fashion, maka keindahan mesinnya pun dapat diapresiasi secara estetika. Banyak model-model jam tangan yang memakai dial transparan (skeleton), sehingga terlihat jelas detail dan komponen mesinnya. Biasanya dekorasi semacam itu ada pada mesin jam mekanik. Keahlian para watchmaker dalam merancang sebuah mesin mekanik yang akurat, presisi sekaligus indah ialah sebuah nilai tambah sendiri yang dapat diapresiasi.

Mesin mekanik adalah mesin jam yang semua pergerakan mesinnya menggunakan energy mekanik dan sumber energinya berasal dari pergerakan mekanik. Mesin jam mekanik tidak ada satupun komponen elektronik didalamnya. Semuanya komponennya saling berhubungan secara mekanik. Mesin jam mekanik ada tiga jenis yaitu automatic winding, manual winding movement dan yang terakhir adalah mesin yang mempunyai kedua fitur tersebut.

Di mesin jam mekanik, terdapat balance wheel, atau roda penyeimbang. Roda ini akan berayun secara dua arah, ayunan roda ini akan memberikan energi pegas ke sebuah garpu yang bergerak naik turun. Garpu ini dinamakan pallet fork yang mempunyai dua mata. Kedua mata garpu ini akan bergantian mengerem escape wheel. Sehingga putaran escape wheel akan patah-patah (beat per second). Jarum detik yang digerakan escape wheel jika dilihat secara teliti akan mempunyai beat per second. Gerakan pallet fork dikontrol oleh sebuah balance spring, di balance spring ini terdapat sebuah jewels yang berfungsi sebagai jantung dari pergerakan pallet forks. Jantung ini bisa diregulasi secara manual oleh teknisi jam, sehingga menghasilkan akurasi yang baik.

Automatic Winding
Automatic winding, adalah mesin jam yang sumber energinya berasal dari sebuah rotor yang berputar. Rotor tersebut akan berputar secara otomatis jika jam digoyangkan oleh si pemilik jam. Putaran rotor akan membuat sebuah spring atau per menjadi kencang. Kencangnya per ini biasanya akan mengendor dalam periode tertentu tergantung kemampuan per tersebut menyimpan energinya. Ada per yang sanggup menyimpan energi selama 30 jam, 40 jam bahkan ada juga yang 10 hari. Kemampuan penyimpanan per terhadap energi mekanik ini dinamakan power reserve. Sehingga dalam jam automatic jika jam tidak bergoyang, rotor pun tidak akan bergoyang, sehingga dalam periode tertentu power reserve akan habis dan jam akan mati. Kembali ke cara kerja, rotor yang berputar akan mengencangkan per, setelah per kencang, per akan semakin sedikit demi sedikit mengendor, kendornya per akan melepaskan sebuah energi pegas. Energi pegas ini akan menggerakan roda gerigi yang saling berhubungan. Roda gerigi yang saling berhubungan akan menggerakan jarum jam.

Manual Winding
Prinsip kerja manual winding sama saja dengan automatic winding. Perbedaannya hanya pada sumber energi. Jika automatic winding menggunakan putaran rotor untuk membuat per atau spring menjadi kencang, maka sumber energi manual winding ada pada putaran crown yang akan mengencangkan mainspring atau per. Crown adalah bagian dari jam yang bisa diputar, dan fungsi utamanya ialah untuk setting waktu jam tangan. Pada manual winding, crown juga berfungsi sebagai alat untuk mengisi power. Biasanya crown yang terhubung ke roda winder melalui winding pinion, akan diputar oleh si pemilik jam tangan sampai tidak bisa diputar lagi, artinya power jam tangan sudah penuh (biasanya terdapat jam yang mempunyai indicator power reserve juga untuk mengetahui penuh tidaknya power reserve). Setelah power penuh atau per dalam keadaan kencang, per akan menggerakan gerigi yang berhubungan satu sama lain untuk menggerakan jarum jam. Pada mesin manual winding juga ada mesin yang hi beat, ada juga yang low beat. Intinya, perbedaan manual winding dan automatic ialah hanya pada sumber energi dan cara mengisi energinya saja.

Gabungan Automatic dan Manual Winding
Pada mesin ini, terdapat rotor yang berputar jika jam bergoyang dan juga crown bisa diputar untuk mengisi power. Jadi mesin jam jenis ini, mempunyai kedua fitur tersebut. Biasanya mesin ini juga cukup digemari karena jika sedang malas memutar crown, cukup menggoyang-goyangkan jam saja agar rotor berputar dan power terisi. Tetapi jika ingin merasakan sensasi memutar crown untuk mengisi power jam, maka jam tangan dengan mesin jenis hybrid inilah pilihan tepat.

Akurasi jam tangan mekanik bervariasi. Pada jam Swiss yang mempunyai standar COSC akan mempunyai akurasi yang tinggi sekitar +-6 detik per hari. Biasanya makin mahal jam mekanik, komplikasi mesinnya akan semakin rumit dan akurasi per harinya akan semakin baik. Tentu saja jam mekanik yang ditambahkan fitur stopwatch atau chronograph, fitur dual time atau GMT, atau minute repeater akan lebih mahal daripada jam mekanik yang tidak ada fitur tambahan di mesinnya.

Hi beat vs Low Beat
Beat per second juga bervariasi, terdapat low beat dan hi beat. Pada jam hi beat, biasanya beat per hour adalah 28.800 bph, dan pada low beat 18.000 bph-21.600 bph. Makin banyak beat per jamnya, gerak patah-patah jarum detik akan semakin tidak terlihat. Mana yang lebih bagus antara hi beat dan low beat? semuanya tergantung selera. Karena kedua jenis kecepatan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hi beat lebih akurat tapi lebih cepat aus, karena pergerakan mesinnya lebih cepat. Sedangkan low beat tidak seakurat hi beat tetapi lebih lama ausnya, karena pergerakan mesin lebih lambat.

Jewels Pada Jam Mekanik
Dalam hal dekorasi dan keindahan pada mesin mekanik terdapat jewels. Jewels disini ialah sebuah pasak kecil yang dipasangkan pada bagian-bagian tertentu pada mesin jam mekanik. Sering kali kita melihat spek jam tangan mekanik terdapat tulisan 17 jewels, 23 jewels dan seterusnya. Itu adalah jumlah total jewels yang ada pada mesin mekanik jam tersebut.

Saat ini penggunaan jewels di mesin mekanik tidak harus berfungsi sebagai pasak atau penyeimbang kinerja komponen mesin. Tetapi berfungsi juga sebagai dekorasi atau hiasan, jewels biasanya terbuat dari batu ruby dan mempunyai warna warna indah. Sehingga akan menambah keindahan sebuah mesin jam. Jadi jangan tertipu dengan banyaknya jewels disebuah jam mekanik, karena bisa jadi banyaknya jewels tersebut ialah sebagai dekorasi mesin belaka.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Jam Tangan

Jam tangan merupakan suatu perkembangan dari jam saku yang sudah ada terlebih dahulu. Konsep jam tangan sendiri sudah ada sejak abad ke-16 berupa "jam lengan" pemberian Robert Dudley kepada Ratu Elizabeth I dari Inggris. Namun, kebanyakan menganggap bahwa pencipta jam tangan pertama ialah Abraham-Louis Breguet untuk Caroline Murat, saudari Napoleon dan ratu Napoli. Pada awalnya jam tangan dikenakan oleh para wanita saja seperti gelang, namun kemudian mulai bermunculan jam tangan untuk pria menggantikan jam saku mengingat kepraktisannya untuk aktivitas misal pada tentara dan pilot. Jam tangan yang sebelumnya merupakan jam saku dengan gelang atau strap kulit perlahan-lahan juga berubah. Semenjak Perang Dunia I, dengan perlunya jam tangan di medan perang untuk mengkoordinasikan taktik dan strategi, serta banyak pria yang terjun menjadi tentara, popularitas jam tangan di kalangan pria pun semakin naik. Mulai tahun 1923, John Harwood menciptakan jam tangan dengan automatic wind...

Fungsi Bezel pada Diver's Watch

Sebuah jam dikatakan sebagai jam penyelam bila memiliki fitur – tentunya – water resistant mencapai minimum 200 meter atau 20 ATM, crown memiliki sistem pengaman seperti screw-down crown, konstruksi yang cenderung bulky, serta – yang paling menonjol – adalah keberadaan bezel yang dapat diputar baik dua arah maupun satu arah. Walau demikian, jam penyelam modern saat ini umumnya hanya dapat diputar satu arah dengan mekanisme klik, untuk mempersulit bezel tanpa sengaja terputar dan mengacaukan perhitungan waktu penyelaman. Keberadaan bezel eksternal pada jam penyelam pertama kali di mulai pada 1953-1954 ketika Rolex dan Blancpain menyematkannya pada jam penyelam mereka. Bentuknya tentu sangat sederhana, dan selain masih mudah macet lantaran pasir dan kotoran mudah masuk ke sela-sela bezel, juga sangat mudah bergerak atau pindah posisi secara tidak disengaja. Membuat perhitungan dan keandalannya terbilang rendah bagi para penyelam. Inovasi demi inovasi dilakukan. Dari mulai menambahan f...

Watch Winder

Seorang kolektor tentu tidak hanya memiliki satu benda koleksi, atau setidaknya, tidak berencana berhenti hanya pada satu benda koleksi ke depannya. Jam tangan mekanikal terutama jam tangan otomatis sebagai suatu jenis barang yang rutin dikoleksi oleh banyak orang pun demikian. Namun, berbeda dengan jam tangan quartz yang menggunakan baterai dan lazim ditemukan, jam tangan otomatis dapat berhenti berfungsi jika didiamkan untuk beberapa lama tanpa dikenakan sama sekali. Jam tangan itu memang tidak rusak dan setelah diisi dayanya dengan dipakai atau diguncangkan jam tangan tersebut dapat berfungsi kembali dan jam tersebut dapat diatur ulang jarumnya. Meski begitu, untuk mereka yang sering gonta-ganti jam tangan untuk berbagai keperluan hal tersebut dirasa tidak praktis. Untuk mengatasi masalah tersebut, para pengkoleksi jam tangan otomatis menggunakan watch winder. Secara garis besar, watch winder merupakan sebuah alat yang mampu mengisi daya jam tangan otomatis tanpa perlu kita pakai s...